Posted on

Berkat Kartu Ini, Sudah Banyak Anak Putus Sekolah yang Kembali Bersekolah

Kartu Indonesia Pintar

Sejak November 2014 yang lalu, Jokowi, Presiden Indonesia telah meluncurkan program perdananya yang terdiri dari tiga kartu, yakni Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Nah, berbicara mengenai kartu terakhir yang kemudian dikenal dengan singkatan KIP ini, diketahui bahwa ada 230 orang anak usia sekolah di daerah DKI Jakarta yang menerimanya saat peluncuran program tahap pertama. Sebenarnya apa sih maksud dari kartu tersebut?

Nah, menanggapi pertanyaan tersebut, jadi, Kartu Indonesia Pintar adalah kartu yang memang ditujukan bagi keluarga yang miskin dan keluarga rentan miskin yang memiliki keinginan untuk menyekolahkan anaknya dengan rentangan usia 7 tahun hingga 18 tahun secara gratis. Siapapun yang mendapat kartu ini nantinya akan diberikan dana tunai secara reguler oleh pemerintah. Program ini pada dasarnya memang akan ditujukan pada sebanyak 15,5 juta keluarga yang kurang mampu di seluruh Indonesia dengan harapan bisa menurunkan angka putus sekolah.

Kartu Indonesia Pintar

Harapan tersebut tentunya juga diimbangi dengan tujuan dikeluarkannya Kartu Indonesia Pintar ini, yaitumenghilangkan hambatan ekonomi bagi siswa untuk bersekolah sehingga para siswa tersebut tidak akan berpikir untuk putus sekolah, dan yang putus sekolah pun diharapkan juga bisa kembali bersekolah. Tak hanya berhubungan dengan masalah administrasi saja, karena memang program ini juga memiliki tujuan untuk membantu para siswa dalam memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan pembelajaran. Tentunya ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh program ini, seperti yang bisa Anda lihat di poin-poin berikut ini:

  1. Bisa menjamin keberlanjutan bantuan antar jenjang pendidikan hingga tingkat SLTA
  2. Mendorong anak usia sekolah yang tidak lagi terdaftar di satuan pendidikan supaya kembali bersekolah
  3. Mencakup anak usia sekolah yang tidak ada di sekolah, seperti anak jalanan, pekerja anak, difabel, anak-anak di panti asuhan atau panti sosial, bahkan juga berlaku di Lembaga kursus dan pelatihan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat serta Pondok Pesantren yang sudah ditentukan oleh pemerintah

Nah, karena tujuan Kartu Indonesia Pintar adalah ‘menyekolahkan anak usia sekolah’, sudah pasti ada sasaran-sasaran penerima program yang diprioritaskan oleh pemerintah. Adapun penerima program yang diprioritaskan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Anak usia sekolah yang belum atau sudah tidak lagi bersekolah namun datanya sudah bisa direkapitulasi di semester 2 tahun ajaran 2014/2015
  2. Anak usia sekolah yakni 6 tahun hingga 21 tahun yang terancam akan putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan atau korban dari bencana alam atau musibah yang berkepanjangan melalui jalur FUM / FUS
  3. Siswa atau santri usia 6 tahun – 21 tahun dari pesantren yang memiliki KKS atau KPS (khusus untuk BSM madrasah)
  4. Anak usia sekolah 6 tahun – 21 tahun yang tinggal di panti sosial atau panti asuhan
  5. Anak usia sekolah 6 tahun – 21 tahun dari keluarga peserta PKH
  6. Penerima BSM dari pemegang KPS yang sudah ditetapkan di dalam SP2D 2014
  7. Anak usia sekolah 6 tahun – 21 tahun dari keluarga yang memegang KKS atau KPS yang belum ditetapkan sebagai penerima BSM
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *